Zainal Gani Dokter Umum Spesialis Herba

Zainal Gani Dokter Umum Spesialis Herba

Zainal Gani, Dokter Umum Spesialis Herba
Oleh : JA Noertjahyo*

ADA yang menilai unik tentang kepribadian dokter Zainal Gani. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, tahun 1978 ini tidak pernah membuka praktik pribadi. Ia malah menekuni dunia pertanian dan obat-obatan tradisional. Lalu, ia memproduksi obat-obat tradisional dan makanan sehat alami dengan merek Herba Bagoes. Saat ini produk andalannya adalah Vico Bagoes alias Virgin Coconut Oil. Dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan nama menggelitik: ‘minyak perawan’.

PEMINAT Virgin Coconut Oil (VCO) ternyata cukup banyak. Herba Bagoes tiap harinya memproduksi sekitar 20 liter per hari, atau 500 liter lebih setiap bulannya. Pasarnya ternyata bukan hanya Malang, tetapi juga Jakarta, Semarang, Bandung, Bali, dan lain-lain. “Untuk luar Jawa kurang lancar karena maskapai penerbangan tidak mau mengangkut kargo cair,” tutur dokter yang kelahiran Banyuwangi tahun 1946 itu.

drzainalKarena banyaknya peminat, ia juga mengadakan kursus singkat tentang cara memproduksi VCO yang benar dan bagus. “Angkatan pertama sudah selesai, diikuti lima orang. Untuk angkatan kedua sudah ada yang mendaftar sebanyak 20 orang,” ujarnya dalam perbincangan 24 Juni lalu. Pesertanya dari Jawa maupun luar Jawa, antara lain Riau, Kalimantan, Bali, dan Pulau Rote.

Kursus dilaksanakan dalam dua hari, biayanya Rp 950.000 per orang, termasuk biaya menginap di hotel. “Setelah kursus selesai, dijamin peserta bisa memproduksi VCO,” kata Gani, yang juga membuka Kafe Obat Tradisional di rumah barunya, kawasan Sudimoro Blimbing, Malang, Jawa Timur. “Rumah ini hasil dari usaha obat-obatan tradisional,” katanya.

Tentang manfaat VCO, menurut dokter Zainal Gani, sudah banyak ahli yang tidak meragukan. Bahkan di Indonesia, khususnya Jawa, para orangtua kita dulu sudah mengenalnya meskipun tidak dijelaskan secara ilmiah. Misalnya manfaat minyak kelapa (klentik) untuk orang hamil. Sekarang bisa dijelaskan bahwa kelapa mengandung asam lemak jenuh rantai sedang (medium chain fatty acids), disingkat MCFA. Yaitu asam laurat dan asam capric. MCFA dalam minyak kelapa (klentik) berfungsi melindungi janin dari serangan virus dan mikroorganisme lain. Ini sangat bermanfaat untuk kehamilan muda. Sementara pada kehamilan tua, MCFA diubah menjadi energi yang sangat dibutuhkan saat melahirkan, sekaligus meningkatkan kuantitas dan kualitas air susu ibu.

dr zainal ganiDari beberapa literatur disebutkan, VCO bisa mengurangi risiko atheroscleroses (pengerasan pembuluh darah) dan sakit jantung, mencegah sakit kanker, diabetes, gangguan degeratif, dan mencegah terjadinya infeksi. Selain itu juga mendukung kekebalan tubuh, menunjang metabolisme, memperbaiki pencernaan, membuat kulit tetap lembut dan halus, serta berfungsi sebagai antioksidan.

“VCO juga tidak menaikkan kadar kolesterol,” tutur dokter yang juga berstatus sebagai ayah tiga anak itu.

DOKTER Zainal Gani merintis penyebarluasan obat-obat tradisional sejak berdinas di Rumah Sakit Bersalin Arjosari (Malang) tahun 2000. “Di situ ada dua apotek, satunya khusus untuk obat-obat tradisional,” ujarnya. Setelah pensiun tahun 2002, ia meneruskan kegiatannya di rumah sampai sekarang ini. Herba Bagoes mengeluarkan lebih dari 25 macam produksi.

Dia menambahkan, beberapa rekan sekerjanya dulu juga ada yang mengikuti jejaknya, memproduksi obat-obatan tradisional. Dan ternyata mereka yang benar-benar tekun mengerjakannya usaha ini bisa memberikan penghasilan cukup baik.

Dokter yang mengaku menderita penyakit diabetes sejak usia 36 tahun itu juga punya pengalaman menarik tentang makanan. Untuk menjaga stamina fisik dan kesehatannya, selain makan obat, dia juga pernah menerapkan pola food combining. Meskipun porsi nasinya sudah diturunkan dari satu ons menjadi setengah ons, ternyata kadar gula darahnya masih tetap tinggi. Lalu ia mulai melakukan cara lain, mengganti makanan nasi dengan ubi rambat yang dipanggang.

“Ternyata kadar gula saya turun, dari semula 300 mg/dl (miligram/desiliter) menjadi 190 mg/dl. Dan stamina juga tetap baik,” katanya.

Namun, sejak setahun lalu ia mengubah lagi makanannya. Bukan ubi panggang, tetapi blondo (ampas prosesing VCO). Setelah berjalan enam bulan, kadar gulanya turun menjadi 140-150 mg/dl. “Sampai sekarang sudah berjalan setahun, dan saya tetap sehat,” tuturnya meyakinkan.

Semua pengalaman dan pengetahuan dokter Zainal Gani tentang obat-obat tradisional tersebut disebarluaskan melalui berbagai cara. Selain kepada para langganan dan kenalannya, ia juga menerbitkan Media Sehat Alami dan secara rutin mengadakan siaran melalui sebuah pemancar radio swasta di Malang. Khusus edisi 3 Mei 2005, Media Sehat Alami mengupas tentang VCO.

SELAIN tanaman obat-obatan, Zainal Gani juga pernah menekuni tanaman anggrek, jamur, jeruk, kayu mindi, serta suren. Kedua jenis tanaman kayu itu ia yakini mampu meningkatkan taraf hidup petani jika ditangani secara serius dan profesional. Mindi putih, misalnya, pada usia lima tahun bisa laku Rp 500.000 per pohon. Jika diusahakan dengan jarak tanam 3 x 3 meter, satu hektar bisa ditanami sekitar 1.111 pohon. Nilainya setelah berusia lima tahun mencapai sekitar Rp 555.500.000.

“Artinya, satu hektar bisa menghasilkan lebih dari Rp 100 juta per tahun,” katanya. Padahal, tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang sulit dan pasarannya pun masih cukup terbuka.

Karena itu, Zainal Gani berobsesi untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang tanaman ini agar para petani kita dapat memperoleh penghasilan yang baik. Keinginan ini tidak mustahil bisa dilaksanakan dengan baik karena ia sudah lebih dari 20 tahun juga menjadi anggota aktif Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kota Malang. Saat ini jabatannya di KTNA sebagai ahli andalan bidang pertanian, khususnya tanaman obat-obatan.

Dokter yang pernah mengikuti wajib militer dan bekerja sekitar tiga tahun di Rumah Sakit Angkatan Darat Denpasar (Bali) ini ternyata juga pencinta lingkungan yang tangguh. Pekarangan rumahnya di Sudimoro dipenuhi berbagai jenis tanaman, baik yang bernilai obat maupun tanaman untuk ‘percobaan’ seperti mindi. Limbah rumah tangganya juga diatur sedemikian rupa sehingga terjadi proses daur ulang dan tidak mencemari lingkungan.

Memang unik!

*JA Noertjahyo, Wartawan, Tinggal di Malang
Sumber : Kompas, Senin, 27 Juni 2005

Rombongan PKK Pelajari Herbal di Malang

Rombongan PKK Pelajari Herbal di Malang

MALANG – Masyarakat yang sudah peduli akan pentingnya kesehatan, begitu pun Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kutai Kartanegara yang mencoba mendalami pengobatan tradisional atau herbal dengan melakukan pelatihan ke perusahaan Jamu Herbal Bagoes Malang, Jumat (14/2). Rombongan berjumlah 42 peserta itu dipimpin Ketua TP PKK Kukar Hj Asih Qurnia Ghufron, didampingi Penasihat TP PKK Kukar Hj Dayang Kartini Syaukani, Wakil Ketua 1 Hj Dayang Safiah Alwi, Wakil Ketua 2 Hj Hernawati Bahrul, dan Kasubag Pemberitaan Bagian Humas Protokol Hendra Wardana. Ada hal menarik saat PKK Kukar melakukan pelatihan, yaitu meletusnya Gunung Kelud yang menyebabkan hampir semua jalan tertutup debu vulkanik, sehingga seluruh rombongan harus siaga menggunakan masker dan kacamata untuk menghindari terhirupnya debu tersebut.

2Saat dijumpai setelah pelatihan, Asih Qurnia Ghufron mengatakan, tujuan PKK Kukar melakukan pelatihan untuk membina kader-kader di lapangan, agar mengerti dan paham akan obat tradisional yang ada di sekeliling masyarakat. Menurutnya, melalui 10 program PKK yang dimulai dari Pokja 1, 2, 3, dan 4, semua berkaitan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, sesuai visi misi yang diusung Bupati Rita Widyasari melalui program Gerbang Raja. “Saat ini saya melihat maraknya obat-obat tradisional palsu yang beredar di masyarakat, sehingga saya sebagai ketua PKK bersama anggota berinisiatif untuk mempelajari bagaimana mengolah obat-obatan tradisional yang memiliki kualitas baik, tapi dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya. PKK sebagai pendamping masyarakat sebut dia, memiliki peran yang cukup besar untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat. Seperti pengolahan obat tradisional sebagai pertolongan pertama di rumah yang bisa dikelola di pekarangan rumah, karena PKK sendiri memiliki program Toga yang sangat baik untuk dipelajari.

pelatihanDengan latar belakang seorang dokter, Asih dan rombongan tak ragu untuk belajar dan bekerja sama dengan dr Zainal Gani selaku pimpinan Herbal Bagoes Malang untuk mendalami ekstrak-ekstrak jamu dari bahan alami yang ada di sekitar masyarakat dan tahu komposisi herbal, sehingga tak ragu untuk mengonsumsinya. Asih berharap nantinya anggota PKK dapat mentransfer ilmu herbal ini ke program PKK dan bisa langsung terjun ke masyarakat, mulai dari kecamatan hingga RT agar dapat mempelajari pembuatan ekstrak jamu berbahan alami. “Mudah-mudahan ilmu ini bisa diserap oleh masyarakat dengan baik, sehingga dapat juga meningkatkan kesehatan keluarga dan menambah pendapatan keluarga,” harap Asih.

Penasihat TP PKK Kukar Hj Dayang Kartini Syaukani mengaku sangat mendukung pelatihan TP PKK Kukar ke Kota Batu Malang untuk mempelajari bagaimana cara mengolah bahan alami menjadi jamu tradisional dan makanan alami. Menurut dia, Kukar memiliki banyak tanaman alami yang bisa diolah menjadi obat tradisional, dan itu perlu dikembangkan dengan baik. Dengan pelatihan tersebut, dia berharap Kukar melalui PKK dapat mengelola tanaman obat menjadi herbal yang memiliki kualitas baik, sehingga dapat meningkatkan SDM dan pendapatan masyarakat. (hmp06/ibr/k9)

Sumber Asli : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/60755/rombongan-pkk-diadang-debu-vulkanik.html